Home > Info, Renungan > Surat Dari Rakyat Miskin Untuk Anggota DPR

Surat Dari Rakyat Miskin Untuk Anggota DPR

Miris…. Mungkin itulah yang kita rasakan kepada DPR yang ngotot ingin membuat gedung baru dengan fasilitas super mewah sedangkan keadaan rakyatnya masih sengsara dan jauh dari kehidupan yang layak. Suara rakyat yang menolak rencana tersebut sudah tidak didengar.

Berikut ada sepucuk surat dari rakyat miskin dan terlantar untuk DPR. Semoga bisa membuka mata, hati, dan telinga para dewan di gedung mewah DPR.

Kepada Yth :

Ketua DPR
Anggota DPR

Di Gedung DPR lama

Assalamualaikum / Salam Sejahtera ,

Selamat Pagi, Siang, Malam <coret yang tidak perlu>, Apa kabar nya nih Bapak dan Ibu sekalian ? Saya harap semua baik-baik saja dan dalam lindungan Nya .

Langsung aja ya tanpa banyak basa basi karena takut Bapak dan Ibu tidak punya waktu untuk membaca surat ini dikarenakan kesibukan Bapak dan Ibu sekalian yang konon kata nya sibuk.

Masalah yang mau saya utarakan disini adalah mengenai pembangunan Gedung Baru DPR yang akan menghabiskan biaya versi DPR yang mencapai Rp 1,138 triliun. Wow sunguh angka yang sangat besar jika melihat keadaan Negara kita saat ini.

Coba Bapak dan Ibu yang duduk sebagai wakil rakyat di gedung dewan terhormat melihat pendapatan per kapita dari Negara kita di tahun 2010 apakah kita menempati peringkat pertama atau kedua ??

Saya punya data nya , Dalam estimasi World Bank pada Oktober 2010 daftar GDP <Gross Domestic Product > perkapita Negara-negara Asean dalam International dollar sekitar :

Singapura : 57,238 / Brunei Darussalam : 42,200 / Malaysia : 14,603 / Thailand : 8,643 / Indonesia : 4,380 / Philipina : 3,725 / Vietnam : 3,123 / Laos : 2,435 / Kamboja : 2,086 / Myanmar : 1,246

Indonesia menduduki peringkat ke 5. Yang tertinggi dipegang oleh Singapura dan terendah ditempati Myanmar. Dengan mengetahui pendapatan per kapita suatu Negara , Bapak dan Ibu akan mengetahui tingkat perkembangan kesejahteraan masyarakat nya.
Apakah kita sudah bisa dibilang Negara yang sejahtera ??

Pendapatan yang merata merupakan salah satu faktor penting untuk mempengaruhi nilai pendapatan per kapita suatu Negara, Apakah di Negara kita sudah terjadi pemerataan dimana jurang antara si kaya dan miskin sudah tidak ada ?

Bapak dan Ibu di gedung dewan yang kata nya merupakan wakil-wakil rakyat dan bekerja untuk rakyat, Kami mohon tengoklah kami di bantaran sungai, Di pengungsian, Di tempat-tempat yang seharusnya tidak layak untuk di tinggali dan di Negara orang lain demi mencari sesuap nasi untuk menyambung hidup.

Mungkin ada beberapa orang yang bilang “ siapa suruh tinggal disana ?? “ mungkin kita bisa mendengar ucapan tersebut pada saat terjadi bencana tsunami kemarin di Padang, Bapak dan Ibu yang terhormat kami tidak ingin hidup seperti itu dan kami juga tidak ingin menyusahkan Bapak dan Ibu yang terhormat tapi nasib yang membawa kami seperti ini, Kami bukan orang pintar seperti Bapak dan Ibu yang terhormat yang bergelar S1 dan S2 di bidang nya, jadi kami percayakan negeri kami tercinta kepada Bapak dan Ibu sebagai wakil kami di DPR yang kata nya selalu pro rakyat ,Tetapi saat ini kami sangat kecewa dengan kalian sebagai wakil kami di Negeri kami tercinta , apakah kami minta untuk diwakili tidur di sidang , membuka situs yang tidak layak di sidang ?

Bukan itu yang kami minta wakilkan dari Bapak dan Ibu terhormat, Hanya suara kami mengenai keadilan yang kami minta untuk diwakilkan, Karena bagi kami keadilan sudah susah didapatkan dan langka di Negeri kami tercinta.

Kami mendengar Bapak dan Ibu yang terhormat akan membuat gedung Dewan yang baru ,Hati kami miris mendengar nya dan bukan bangga karena apa ??

Di tengah keadaan yang seperti ini dimana masih banyak berita mengenai orang lapar yang meninggal karena kelaparan, sekolah yang rubuh dan saudara-saudara kami yang hanya tinggal ditutupi dengan kardus dan banyak nya pengungsi yang tidak mendapat tempat yang layak , apakah Bapak dan Ibu yang terhormat pernah melihat nya di TV dan Koran-koran ?? Atau memang mungkin karena kesibukan Bapak dan Ibu yang terhormat jadi tidak sempat untuk melihat keadaan sekitar walaupun hanya melalui TVdan Media cetak ?

Akhir kata semoga surat ini dapat membuka mata hati Bapak dan Ibu terhormat , terimakasih atas perhatian dan rasa Iba dari Bapak dan Ibu yang terhormat.


Wassalam / Salam Sejahtera

Rakyat Miskin dan Terlantar

Sumber

Categories: Info, Renungan
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: